FISIOLOGI KEHAMILAN
Fisiologi dan Tanda-Tanda Kehamilan Penentuan dan dugaan
terhadap kehamilan sangat terkait dengan pengetahuan tentang fisiologi awal
kehamilan. Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genitalia wanita
mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang perkembangan dan
pertumbuhan janin dalam rahim.Kehamilan mempengaruhi tubuh ibu secara
keseluruhan dengan menimbulkan perubahan fisiologi yang pada hakekatnya terjadi
di seluruh sistem organ.
Maka dari itu penting untuk mengetahui perubahan apa
saja yang terjadi kepada ibu saat sedang dalam masa kehamilan.
1. Perubahan
pada sistem Reproduksi
a. Uterus Ukuran: untuk akomodasi pertumbuhan janin,
rahim membesar akibat hipertrofi dan hiperplasi otot polos rahim,
serabut-serabut kolagennya menjadi higroskopik. Endometrium menjadi desidua.
Ukuran pada kehamilan cukup bulan: 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari
4000 cc. Berat : Berat uterus naik secara luar biasa, dari 30 Gram menjadi 1000
Gram pada akhir kehamilan (40 pekan). Bentuk dan konsistensi : Pada bulan-bulan pertama
kehamilan , bentuk rahim seperti buah alpukat,
Pada kehamilan 4 bulan berbentuk bulat, dan akhir kahamilan seperti bujur
telur. Rahim yang tidak hamil kira-kira sebesar telur ayam. Pada kehamilan 2 bulan
sebesar telur bebek. Kehamilan 3 bulan sebesar telur angsa. Pada minggu pertama, isthmus rahim
mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang, sehingga bila diraba terasa lebih
lunak disebut tanda hegar. Pada kehamilan 5 bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding
rahim terasa tipis, karena itu bagian-bagian janin dapat diraba melalui dinding
perut dan dinding rahim Posisi rahim dalam kehamilan: Pada permulaan kehamilan, dalam
letak antefleksi atau retrofleksi.
Pada 4 bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis. ü Setelah itu, mulai
memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati. ü Rahim yang hamil biasanya
mobil, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri. (Rustam Mochtar. 1998.
Hal: 35-36) TRIMESTER I Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah
pengaruh estrogen dan progesteron.
Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh
adanya:
1) Peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah.
2)
Hiperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis baru) dan
hipertrofi (pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada).
3) Perkembangan desidua. Hipertrofi otot polos uterus, dan serabut-serabut
kolagen yang adapun menjadi higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen
sehingga uterus dapat mengikuti pertumbuhan janin.
Selain bertambah besar,
uterus juga mengalami perubahan berat, bentuk dan posisi. Dinding-dinding otot
menjadi kuat dan elastis, fundus pada servic mudah fleksi yang disebut tanda
Mc. Donald. Setelah minggu ke-8 korpus uteri dan serviks melunak dan membesar
secara keseluruhan. Fundus menekan kandung kemih, menyebabkan wanita sering
mengalami urinary frequency (sering berkemih). Hipertropi ithmus menjadi
panjang dan lebih lunak yang disebut tanda Hegar. Perlunakan ithnus uteri pada
sambungan serviks dan korpus ini timbul pada minggu ke 6 pertama setelah haid
terkhir. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini, tentang
perubahan-perubahan yang terjadi tiap trimester.
TRIMESTER II Pada kehamilan 16
minggu cavum uteri sama sekali diisi oleh ruang amnion yang terisi janin dan
istimus menjadi korpus uteri. Bentuk uterus menjadi bulat dan berangsur-angsur
berbentuk lonjong seperti telur, ukurannya kira-kira sebesar kepala bayi atau
tinju orang dewasa. Pada saat ini, uterus mulai memasuki rongga peritoneum.
1)
16 minggu: fundus uteri kira-kira terletak di antara setengah jarak pusat ke
sympisis.
2) 20 minggu: fundus uteri kira-kira terletak di pinggir bawah pusat.
3) 24 minggu: fundus uteri berada tepat di pinggir atas pusat.
Pada bulan
keempat kehamilan, kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen
yang disebut braxton Hicks. Kontraksi memfasilitasi aliran darah ke uterus
sehingga meningkatan pengangkatan oksigen ke uterus. Selain itu, uterus
bertambah besar, berat, bentuk dan posisi. Dinding-dinding otot menjadi kuat
dan elastis. Fundus pada serviks mudah fleksi yang disebut tanda Mc Donald.
TRIMESTER III Pada trimester III istmus lebih nyata menjadi bagian korpus uteri
dan berkembang menjadi segmen bawah rahim (SBR). SBR menjadi lebih lebar dan
tipis pada kehamilan tua, tampak batas yang nyata antara bagian atas ynag lebih
tebal dan segmen bawah yang lebih tipis yang dikenal sebagai lingkaran retraksi
fisiologis dinding uterus.
Di atas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada
dinding SBR.
1) 28 minggu: fundus uteri kira-kira terletak 3 jari di atas pusat
atau sepertiga jarak antara pusat ke prosesus xifoideus (25 cm).
2) 32 minggu:
fundus uteri kira-kira terletak antara setengah jarak pusat dan prosesus
xifoidus (27 cm).
3) 36 minggu: fundus uteri kira-kira 1 jari di bawah prosesus
xifoidus (30 cm).
4) 40 minggu: fundus uteri kira-kira terletak 3 jari di bawah
prosesus xifoidus (33 cm).
Pada kehamilan akhir-akhir, kontraksi Barton Hicks
semakin kuat sehingga sulit dibedakan dari kontraksi untuk memulai persalinan.
(Yuni Kusmiyati, dkk. 2008)
b. Serviks Serviks menjadi lunak dan
kebiruan akibat terjadinya penambahan vaskularisasi dan terjadi edema pada
seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrifi dan hyperplasia pada
kelenjar-kelenjar serviks. (Prawiroharjo, Sarwono. 2008)
Prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir
kehamilan. Serviks menjadi lebih lunak dan lebih mudah berdilatasi yang disebut
pematangan serviks. Dengan demikian serviks lebih mudah berdilatasi pada waktu
persalinan.
Sumbat mukus yang disebut
operculum terbentuk dari sekresi kelenjar serviks pada kehamilan minggu ke-8.
Sumbat mucus tetap berada dalam serviks sampai persalinan dimulai, dan pada
saat itu, dilatasi serviks menyebabkan sumbat tersebut terlepas. Terlihatnya
mucus serviks merupakan salah satu tanda dini persalinan. Operculum tersebut
bekerja sebagai sawar fisik dengan menyegel uterus dan mikroorganisme yang
menyebar naik.
TRIMESTER I Serviks uteri
mengalami perubahan karena hormon estrogen. Jaringan ikat pada serviks
mengandund banyak kolagen. Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adnya
hipervaskularisasi serta meningkatnya suplai darah, maka konsistensi serviks
semakin lunak (Tanda Goodell). Selama minggu awal kehamilan, peningkatan aliran
darah uterus dan limfe dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi
kebiruan (tanda Chadwick, tanda kemungkinan hamil), perlunakan istmus
menyebabkan antefleksi uterus berlebihan selama tiga bulan pertama kehamilan.
TRIMESTER II Konsistensi serviks menjadi lunak dan kelenjar-kelenjar di serviks
akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. (Yuni Kusmiyati,
dkk. 2008)
TRIMESTER III Kelenjar-kelenjar serviks mengalami
proliferasi yang sangat besar sehingga pada akhir kehamilan, kelenjar ini dapat
menempati kira-kira setengah dari seluruh massa serviks, bukan hanya sebagian
kecil saja seperti saat tidak hamil. Selanjutnya septa yang memisahkan.
(F.
Gary Cunningham, dkk. 2004)
c. Vagina dan Vulva Karena pengaruh
estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Akibat vaskularisasi, vagina
dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina dan
portio serviks disebut tanda Chadwick. (Rustam Mochtar) Dinding
Vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami
peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa,
mengendornya jaringan ikat, dan hipertrofi sel otot polos. Perubahan ini
mengakibatkan bertambah panjangnya dinding vagina. Papilla mukosa juga
mengalami hipertrofi dengan gambaran seperti paku sepatu. (Prawiroharjo,
Sarwono. 2008) Akibat hipertrofi otot, vagina menjadi lebih mudah
berdilatasi. Perubahan diawali oleh estrogen yang terjadi pada awal kehamilan
dan terjadi peningkatan deskuamasi sel mukosa vagina superficial disertai
dengan meningkatnya discharge dari vagina. (Derek Llewellyn-Jones. 2001) Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, di mana sekresi akan
berwarna keputihan, menebal, dan PH antara 3,5-6 yang merupakan hasil dari
peningkatan produksi asam laktat glikogen yang dihasilkan oleh epitel vagina
sebagai aksi dari lactobacillus achidophilus. (Prawiroharjo, Sarwono. 2009)
TRIMESTER I Pada minggu ke-8 terjadi hipervaskularisai yang
mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiruan (tanda
Chadwick). Deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat
stimulasi estrogen. pH sekresi vagina menjadi lebih asam. TRIMESTER II
Peningkatan vaskularisasi vagina dan visera panggul lain menyebabkan
meningkatnya sensitivitas yang dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan
seksual. Peningkatan kongesti ditambah relaksasi dinding pembuluh darah dan
uterus yang beratdapat menyebabkan timbulnya edema dan varises.
(Yuni
Kusmiyati, dkk. 2008)
d. Ovarium Proses ovulasi berhenti selama
kehamilan, dan pematangan folikel baru ditangguhkan. Biasanya hanya satu korpus
luteum gravidarum yang dapat ditemukan di dalam ovarium wanita hamil. Korpus
luteum gravidarum ini cenderung berfungsi secara maksimal pada 6-7 minggu
pertama kehamilan (4-5 minggu pascaovulasi), setelah itu hanya berpengaruh
relative kecil pada produksi progesteron. Relaksin: Kerja biologisnya adalah
remodeling jaringan ikat saluran reproduksi, sehingga memungkinkan akomodasi
kehamilan dan persalinan yang sukses (Weiss dkk. 1993). Sekresi relaksin dalam
jumlah yang cukup besar terus berlangsung selama kehamilan.antara usia gestasi
10-12 minggu, kadar relaksin berkorelasi dengan jumlah janin, namun kadarnya
tidak berkurang seiring dengan berkurangnya jumlah janin. Luteoma Gravidarum:
Luteoma gravidarum menggambarkan suatu reaksi luteinisasi berlebihan pada
ovarium kehamilan normal. Luteoma mengalami regresi setelah pelahiran, tapi
dapat berulang pada kehamilan-kehamilan berikuntya. Hiperpreaksio: Luteinalis.
Lesi jinak ovarium yang menyebabkan virilisasi ibu selama masa kehamilan Tuba fallopi:
Susunan otot tuba fallopi mengalami sedikit hipertrofi selama kehamilan.
Epithelium mukosa tuba menjadi gepeng dibanding dengan saat tidak hamil.
Sel-sel desidua dapat berkembang di dalam stroma endosapling, ttepai tidak
terbentuk membrane desidua yang kontinyu. (F. Gary Cunningham, dkk. 2004. Hal:
184-186) TRIMESTER I Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum
gravidarum, korpus luteum graviditatis berdiameter 3 cm, kemudian mengecil
setelah plasenta terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan hormone estrogen dan
progesteron. TRIMESTER II Pada usia kehamilan 16 minggu, plasenta mulai
terbentuk dan menggantikan fungsi korpus luteum graviditatum. (Yuni Kusmiyati,
dkk. 2008. Hal: 54-55)
2. Perubahan pada Payudara atau Mamae Pada minggu-minggu
awal, wanita hamil sering mengalami rasa nyeri dan gatal di payudara. Setelah
bulan kedua, payudara bertambah besar dan vena-vena halus menjadi kelihatan
tepat di bawah kulit. Putting susu menjadi bertambah besar, berpigmen lebih
gelap, dan lebih erektil. Setelah beberapa bulan pertama, cairan kental
kekuning-kuningan (kolostrum) sering dapat ditekan keluar dari putting susu
dengan tekanan lembut. Pada saat itu, areola menjadi lebih lebar dan berpigmen
lebih gelap.sejumlah tonjolan-tonjolan kecil tersebar dis eluruh areola yang
merupakan kelenjar sebasea yang mengalami hipertrofi. Bila pertambahan ukuran
payudara sangat besar, dapat timbul striasi-striasi. Payudara akan terus tumbuh
di sepanjang kehamilan dan ukuran serta beratnya meningkat hingga mencapai 500
gram untuk masing-masing payudara.
TRIMESTER I Mamae akan membesar dan tegang
akibat hormone somatomamotropin, estrogen dan progesterone. Estrogen
menimbulkan hipertrofi dalam system saluran, sedangkan progesterone menambah
sel-sel asinus pada mamae. Somatomamotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel
asinus dan menimbulkan perubahan sehingga terjadi pembuatan kasein,
laktalbumin, dan laktoglobulin. Di bawah pengaruh progesterone dan
somatomamotropin terbentuk lemak di sekitar alveola-alveola, sehingga mamae
menjadi lebih besar. Papilla mamae akan membesar, lebih tegang dan tambah lebih
hitam, seperti seluruh areola mamae karena hiperpigmentasi. Rasa penuh,
peningkatan sensitivitas, rasa geli dan rasa berat di payudara sejak minggu
ke-6 gestasi. Peningkatan suplai darah membuat pembuluh darah di bawah kulit
berdilatasi. TRIMESTER II Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susus
akan keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut colostrum. Selama
trimester ke-2 dan ke-3, pertumbuhan kelenjar mamae membuat ukuran payudara
meningkat secara progresif. Kadar hormon luteal dan plasenta pada masa hamil
meningkatkan poliferasi ductus laktiferus dan jaringan lobulus alveolar
sehingga pada palpasi payudara teraba penyebaran nodul kasar. Walaupun
perkembangan mamae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil,
tetapi laktasi terlambat sampai kadar estrogen .menurun, yakni setelah janin
dan plasenta lahir. 3. Perubahan pada Kulit Dinding Abdomen Pada bulan-bulan
terakhir kehamilan, umumnya muncul garis-garis kemerahan yang sedikit mencekung
pada kulit abdomen dan kadang kala pada kulit payudara dan paha pada sekitar
separuh dari semua wanita hamil. Pada wanita multipara, selain striae kemerahan
dari kehamilan yang sekarang, sering terlihat garis-garis mengkilat yang
menunjukkan sikatriks striae kehamilan sebelumnya. Pigmentasi Pada banyak
perempuan kulit digaris pertengahan perutnya (Linea albaa) akan berubah menjadi
hitam kecoklatan yang disebut dengan Linea nigra. Kadang-kadang akan muncul
dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan yang disebut dengan obloasma atau
melasma gravidarum. Selain itu pada areola dan daerah genital juga akan
terlihat pigmentasi yang berlebihan. Pigmentasi ini akan hilang atau jauh
berkurang yaitu setelahnya persalinan. Perubahan ini dihasilkan dari cadangan
melanin pada daerah epidermal dan dermal, adanya peningkatan kadar serum
Melanocyte stimulating hormone, dan estrogen juga progesterone. Perubahan
Pembuluh Darah Angioma, yang disebut juga spider nevi. Angioma ini berupa bintik-bintik
penonjolan kecil dan merah pada kulit, terutama sering terdapat pada wajah,
leher, dada atas, dan lengan. Kondisi ini sering disebut juga nevus angioma
atau telangiekstasis. Eritema Palmaris juga di temukan pada wanita yang sedang
hamil. Keduanya kemungkinan besar merupakan akibat hiperestrogenemia kehamilan.
4. Perubahan pada Sistem Endokrin Adanya peningkatan hormon estrogen dan
progesterone serta terhambatnya pembentukan FSH dan LH. Kelenjar Hipofisis.
Selama kehamilan, kelenjar hipofisismengalami perbesaran kira-kira 135%
disbanding dengan control tidak hamil (Gonzalez dkk., 1988). Hormon
Pertumbuhan. Selama trimester pertama, konsentrasi hormon pertumbuhan dalam
serum dan cairan amnion berada dalam batas normal tidak hamil yaitu 0,5-7,5
ng/ml. kadar serum meningkat perlahan dari sekitar 3,5 ng/ml pada usia gestasi
10 minggu hingga mencapai titik plateau pada kurang lebih 14ng/ml setelah
minggu ke-28. Hormon pertumbuhan di dalm cairan amnion memuncak pada minggu
ke-14-15 dan perlahan-lahan menurun setelah itu hingga mencapai nilai paling
rendah pada minggu ke-36. Prolaktin. Sepanjang kehamilan terdapat peningkatan
nyata kadar prolaktin di dalam plasma ibu. Bahkan kadarnya dapat meningkat 10
kali lipat(sampai 150 ng/ml) saat aterm, dibanding pada wanita normal tidak
hamil. Stimulasi estrogen meningkatkan jumlah laktotrof (sel-sel penghasil
prolaktin) di hipofisis anterior dan mungkin merangsang pelepasan prolaktin
dari sel-sel ini. Hormone pelepas tiroid (TRH) bekerja menyebabkan peningkatan
kadar prolaktin pada wanita hamil, tetapi responnya menurun seiring dengan
kemajuan kehamilan. Prolaktin terdapat di cairan amnion dalam konsentrasi
tinggi. Kadar yang mencapai 10.000 ng/ml ditemukan pada usia gestasi 20-26
minggu. Setelah itu kadarnya menurun dan mencapai titik terendah setelah 34
minggu. Kelenjar Tiroid. Perubahan pada pengaturan tiroid selama kehamilan yang
diakibatkan oleh 3 modifikasi dalam hormone tiroid. ü Kehamilan menginduksi suatu
peningkatan nyata pada kadar protein transport tiroksin mayor dan globulin
pengikat tiroksin dalam sirkulasi sebagai respon terhadap tingginya kadar
estrogen. ü
Beberapa faktor perangsang tiroid yang berasal dari plasenta diproduksi secara
berlebihan. ü
Kehamilan disertai dengan menurunnya ketersediaan iodide untuk tiroid ibu.
Selama massa kehamilan, tiroid mengalami pembesaran sedang yang disebabkan oleh
hyperplasia jaringan kelenjar dan meningkatnya vaskularitas. Volume total
kelenjar meningkat dari 12,1 ml pada trimester pertama hingga 15,0 ml saat
pelahiran Kelenjar Paratiroid. Konsentrasi hormone paratiroid di dalam plasma
menurun selama trimester pertama, kemudian meningkat secara progresif sepanjang
sisa kehamilan. Kelenjar Adrenal. Pada kehamilan normal, mungkin hanya terdapat
perubahan morfologis yang sangat kecil pada kelenjar adrenal ibu. Berikut
perubahan-perubahan hormonal selama kehamilan (dari trimester I sampai
trimester III). ü
Esterogen Produksi esterogen terus naik selama kehamilan dan pada akhir
kehamilan kadarnya kira-kira 100 kali sebelum hamil. ü Progesteron Produksi progesteron
bahkan lebih banyak dibandingkan esterogen. Pada akhir kehamilan produksinya
kira-kira 250 mg/hari. progesteron menyebabkan tonus otot polos menurun dan
juga diuresis. Progesteron menyebabkan lemak disimpan dalam jaringan sub
kuratan di abdomen, punggung dan paha atas. Lemak berfungsi sebagai cadangan
energi baik pada masa hamil maupun menyusui. ü
Human Chorionik Gonadotropin (HCG) Hormon ini dapat terdeteksi beberapa hari
setelah pembuahan dan merupakan dasartes kehamilan. Puncak sekresinya terjadi
kurang lebih 60 hari setelah konsepsi. Fungsi utamanya adalah
mempertahankankorpus luteum. ü
Human Placental Lactogen (HPL) Hormon ini produksinya terus naik dan pada saat
aterm mencapai 2 gram/hari. Efeknya mirip dengan hormon pertumbuhan. Ia juga
bersifat diabetogenik, sehingga kebutuhan insulin wanita hamil naik. ü Pituitari Gonadotropin
FSH dan LH berada dalam keadaan sangat rendah selama kehamilan karena ditekan
oleh esterogen dan progesteron plasenta. ü
Prolaktin Produksinya terus meningkat, sebagai akibat kenaikan sekresi
esterogen. Sekresi air susu sendiri dihambat oleh esterogen di tingkat terget
organ. ü
Growth hormon (STH) Produksinya sangat rendah karena mungkin ditekan HPL. ü TSH, ACTH, dan MSH
Hormon-hormon tidak banyak dipengaruhi oleh kehamilan. ü Titoksin Kelenjar tiroid
mengalami hipertropi dan produksi T4 meningkat. Tetapi T4bebas relatip tetap,
karena thyroid binding globulin meninggi, sebagai akibat tingginya esterogen,
dan juga merupakan akibat hiperplasia jaringan glandular dan peningkatan
vaskularisasi. Tiroksin mengatur metabolisme. ü
Aldosteron, Renin dan Angiotensin Hormon ini naik, yang menyebabkan naiknya
volume intravaskuler. ü
Insulin Produksi insulin meningkat sebagai akibat esterogen, progesteron, dan
HPL. ü Perathormon Hormon ini
relatif tidak dipengaruhi oleh kehamilan. 5. Perubahan pada Sistem Pencernaan
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan muntah. Tonus
otot-otot saluran pencernaan melemah sehingga motilitas dan makanan akan lebih
lama berada dalam saluran makanan. Resorbsi makanan baik, namun akan
menimbulkan obstipasi. Gejala muntah(emesis gravidarum) sering terjadi,
biasanya pada pagi hari disebut sakit pagi(morning sickness) 6. Perubahan pada
Metabolis Umumnya, kehamilan mempunyai efek pada metabolism, karena itu wanita
hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat : Berat badan
wanita hamil akan naik sekitar 6,5-16,5 kg. kenaikan berat badan yang terlalu
banyak ditemukan pada keracunan hamil(pre-eklamsi dan eklamsi. Kenaikan berat
badan wanita hamil disebabkan oleh: Janin, uri, air ketuban, uterus Payudara,
kenaikan volume darah, lemak, protein dan retensi air Kebutuhan kalori
meningkat selama kehamilan dan laktasi. Kalori yang dibutuhkan untuk ini
terutama diperoleh dari pembakaran zat arang, khususnya sesudah kehamilan 5
bulan keatas. Namun, bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatkan
tambahan kalori Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus
mengandung banyak protein. Di Indonesia masih banyak dijumpai penderita
defisiensi zat besi dan vitamin B, oleh karena itu wanita hamil harus diberikan
Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin Tingkat metabolic Basal
(Basal Metabolic Rate, BMR) pada wanita hamil meninggi hingga 15-20%, terutama
pada trimester akhir Keseimbangan asam-alkali sedikit mengalami perubahan
konsentrasi alkali : Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter Wanita Hamil : 145
mEq/liter Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter Bikarbonat
Plasma : turun dari 25 menjadi 22mEq/liter Dibutuhkan protein yang banyak untuk
perkembangan fetus, alat kandungan, payudara dan badan ibu, serta untuk
persiapan laktasi Hidrat arang : seorang wanita hamil sering merasa haus, nafsu
makan kuat, sering kencing, dan kadang kala dijumpai Glukosuria yang
mengingatkan kita pada Diabetes mellitus. Dalam kehamilan, pengaruh kelenjar
endokrin agak terasa, seperti somatomamotropin, plasma insulin, dan
hormone-hormon adrenal-17-ketosteroid. Untuk rekomendasi, harus diperhatikan
sungguh-sungguh hasil GTT oral GTT intravena Metabolisme Mineral : Kalsium :
dibutuhkan rata-rata 1,5 Gramsehari sedangkan untukm pembentukan tulang-tulang
terutama dalam trimester terakhir dibutuhkan 30-40 Gram Fosfor : dibutuhkan
rata-rata 2 g/hari Zat Besi : dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg,
atau 30-50mg sehari Air :Wanita hamil cenderung mengalami retensi air
7.
Perubahan pada Sistem Muskuloskeletol TRIMESTER I Pada trimester pertama tidak
banyak perubahan pada musculoskeletal. Akibat peningkatan kadar hormon estrogen
dan progesterone, terjadi relaksasi dari jaringan ikat, kartilago, dan ligament
juga meningkatkan jumlah cairan synovial. Bersamaan dua keadaan tersebut
meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas persendian. Keseimbangan kadar kalsium
selama kehamilan biasanya normal apabila asupan nutrisinya khususnya produk
susu terpenuhi. Tulang dan gigi biasanya tidak berubah pada kehamilan yang
normal. Karena pengaruh hormone estrogen dan progesterone, terjadi relaksasi
dari ligament-ligamen dalam tubuh menyebabkan meningkatkan mobilitas dari
sambungan/ otot terutama otot-otot pada pelvic. Bersamaan dengan membesarnya
ukuran uterus menyebabkan perubahan yang drastis pada kurva tulang belakang
yang biasanya menjadi salah satu cirri pada seorang ibu hamil.
Perubahan-perubahan tersebut dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan rasa sakit
pada bagian belakang yang bertambah seiring dengan penambahan umur kehamilan.
TRIMESTER II Selama trimester kedua mobilitas persendian akan berkurang
terutama pada daerah siku dan pergelangan tangan dengan meningkatnya retensi
cairan pada jaringan konektif/ jaringan yang berhubungan di sekitarnya.
TRIMESTER III Sendi pelvic pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak.
Perubahan tubuh secra bertahap dan peningkatan berat wanita hamil menyebabkan
postur dan cara berjalanan wanita berubah secara menyolok. Peningkatan distensi
abdomen yang membuat panggul miring ke depan, penurunan tonus otot perut dan
peningkatan beban berat badan pada akhir kehamilan membutuhkan penyesuaian ulang
(realignment) kurvatura spinalis. Pusat gravitasi wanita bergeser ke depan.
kurva lumbo sacrum normal harus semakin melengkung di daerah servikodorsal
harus terbentuk kurvatura. Payudara yang besar dan posisi bahu yang bungkuk
saat berdiri akan semakin membuat kurva punggung dan lumbal menonjol.
Pergerakan menjadi lebih sulit. Struktur ligament dan otot tulang belakang
bagian tengah dan bawah mendapat tekanan berat. Otot dinding perut meregang dan
akhirnya kehilangan sedikit tonus otot. Otot rektus abdominus dapat memisah,
menyebabkan isi perut menonjol di garis tengah tubuh. Umbilicus menjadi lebih
datar atau menonjol. Hormon progesteron dan hormone relaxing menyebabkan
relaksasi jaringan ikat dan otot-otot. Tulang pubik melunak menyerupai tulang
sendi, sambungan sendi sacrococcigis mengendur membuat tulang koksigis bergeser
kea rah belakang sendi panggul yang tidak stabil, menyebabkan sakit pinggang.
Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar
dalam abdomen sehingga untuk mengkompensasi penambahan berat ini, bahu lebih
tertarik ke belakang dan tulang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih
lentur, dan dapat menyebabkan nyeri punggung pada beberapa wanita. Untuk
mengkompensasi posisi anterior uterus yang semakin membesar, lordosis menggeser
pusat gravitasi ke belakang pada tungkai bawah. Mobilitas sebdi sakroiliaka,
sakrokogsigeal, dan sendi pubis bertambah besar dan menyebabkan rasa tidak
nyaman di bagian bawah punggung di akhir kehamilan. Ligament rotundum mengalami
hipertropi dan mendapatkan tekanan dari uterus yang mengakibatkan rasa nyeri
pada ligament tersebut. 8. Perubahan pada sistem Perkemihan TRIMESTER I Pada
bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehingga sering timbul
kencing. Fungsi ginjal berubah karena adanya hormone kehamilan, peningkatan
volume darah, postur wanita, aktivitas fisik dan asupan makanan. Sejak minggu
ke-10 gestasi, pelviks ginjal dan ureter berdilatasi. Ginjal pada saat
kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm. Ureter
berdilatasi. Volume renal meningkat 60 ml dari 10 ml pada wanita yang tidak
hamil. Filtrasi glomerulus meningkat sekitar 50% selama kehamilan. TRIMESTER II
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena uterus
sudah mulai keluar dari uterus. Kandung kemih tertarik ke atas dan keluar dari
panggul sejati ke arah abdomen. Urethra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung
kemih bergeser ke atas. Tonus kandung kemih dapat menurun. Pembesaran uterus
menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih
hanya berisi sedikit urine. TRIMESTER III Pada akhir kehamilan kepada janin
mulai turun ke pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi
karena kandung kencing akan mulai tertekan kembali. Selain itu juga terjadi
hemodelusi menyebabkan metabolismeair menjadi lancar. 9. Perubahan pada Sistem
Kardiovaskuler TRIMESTER I Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh
adanya sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh
darah yang membesar pula, mamae dan alat lain yang memang berfunsi berlebihan
dalam kehamilan. Volume plasma maternal mulai meningkat pada saat 10 minggu
usia kehamilan dan terus meningkat sampai 30-34 minggu, sampai mencapai titik
maksimum. Perubahan rata-rata volume plasma maternak berkisar antara 20-100%.
RBC meningkat 18% tanpa suplemen-suplemen zat besi dan terjadi peningkatan yang
lebih besar yaitu 30% jika ibu meminum suplemen zat besi. Karena volume plasma
darah meningkat rata-rata 50%sementara massa RBC meningkat hanya 18-39%, maka
terjadi penurunan hematokrit selama kehamilan normal sehingga disebut anemis
fisiologis. Tekanan darah akan turun pada minggu ke-24 akibat terjadi penurunan
dalam perifer vaskuler resistence yang disebabkan oleh pengaruh peregangan otot
halus oleh prigesteron. Tekanan sistolik akan turun sekitar 5-10 mmHg dan
diastolic pada 10-15 mmHg. Cardiac output meningkat sekitar 30-50%. Progesteron
akan menimbulkan relaksasi otot-otot polos dan menyebabkan dilatasi dindidng
pembuluh darah yang akan mengimbangi peningkatan kekuatan dari jantung. Karena
diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat ke atas dan berotasi ke depan
dan ke kiri. Impuls pada apeks, titik impuls maksimum bergeser ke atas dan
lateral sekitar 1-1,5 cm. Selain itu, mulai terjadi palpitasi karena pembesaran
ukuranserta bertambahnya cardiac output. TRIMESTER II Pada usia kehamilan 16
minggu, mulai jelas kelihatan terjadi proses hemodelusi. Setelah 24 minggu
tekanan darah ssedikit demi sedikit naik kembali pada tekanan darah sebelum
aterm. Bunyi splitting S1, S2, lebih jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar
setelah minggu ke-20 gestasi. Antara minggu ke-14 dan 20, denyut meningkat
perlahan, mencapai 10-15 kali per menit., kemudian menetap sampai aterm. Dapat
timbul palpitasi.
TRIMESTER III Hemodelusi penambahan volume darah sekitar 25%
dengan ouncak pada usia kehamilan 32 minggu. Sedangkan hematokrit mencpai level
terendah pada minggu 30-32 karena setelah minggu ke-34, massa RBC terus
meningkat tetapi volume plasma tidak. Aliran darah meningkat dengan cepat
seiring pembesaran uterus. Walaupu aliran darah uterus meningkat 20 kali lipat,
ukuran konseptus meningkat lebih cepat. Akibatnya lebih banyak oksigen diambil
dari darah uterus selama masa kehamilan lanjut. 10. Perubahan pada Sistem
Respirasi Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek napas, Hal ini
disebabkan oleh usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim.
Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama hamil. Seorang wanita hamil
selalu bernapas lebih dalam. Yang lebih menonjol adalah pernapasan dada 11.
Perubahan pada Sistem Imun Sistem imun adalah suatu organisasi yang terdiri
atas sel-sel dan molekul-molekul yang memiliki peranan khusus dalam menciptakan
suatu sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi atau benda asing. Peningkatan pH
sekresi vagina wanita hamil membuat wanita tersebut lebih rentan terhadap
inveksi vagina. Sistem kekebalan tubuh ibu selama kehamilan akan tetap utuh,
kadar imunoglobulin dalam kehamilan tidak berubah. Kadar imunoglobulin tidak
berubah pada kehamilan. Kadar antibodi IgG ibu yang spesifik memiliki
kepentingan khusus karena kemampuannya untuk melintasi plasenta. igG ibu adalah
komponen utama dari Ig janin in utero dan periode neonatal dini. IgG adalah
satu-satunya Ig yang dapat menembus plasenta. Imunitas pasif yang bermakna
dapat dipindahkan dengan cara ini kejanin dan membantu melindunginya dari
infeksi selama periode perinatal. IgM, karena ukuran molekulnya yang lebih
besar tidak dapat melewati plasenta. Ig yang lain seperti IgA, IgD, dan IgE
juga terbatas pada kompartemen ibu dan tidak menunjukkan kerugian atau
keuntungan langsung pada janin. Sistem imun janin muncul secara dini. Limfosit
muncul pada minggu ke tujuh dan pengenalan antigen dapat terlihat pada minggu
ke 12. semua jenis Ig kecuali IgA terdapat pada minggu ke 12. produksi berbagai
Ig bersifat progresif disepanjang kehamilan. Janin neonatus cukup bulan telah
menghasilkan sistem pertahanan yang cukup untuk memerangi bakteri dan virus. 12.
Perubahan pada Sistem Persyarafan Perubahan fisiologik spesifik akibat
kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologis dan neuromuscular berikut.
Kempresi syaraf panggul atau statis vuskular akibat pembesaran uterus dapat
menyebabkan perubahan sensori di tungkai bawah. Lordosis dorsolumbal dapat
menyebabkan nyeri akibat tarikan pada syaraf atau kompresi akar syaraf. Edema
yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome selama
trimester akhir kehamilan. Edema menekan syaraf median di bawah ligamentum
karpalis pergelangan tangan. Sindrom ini ditandai oleh parestesia (sensasi
abnormal seperti rasa terbakar atau gatal akibat gangguan pada system syaraf
sensori) dan nyeri pada tangan yang menjalar ke siku. Tangan yang dominan
biasanya paling banyak terkena. Akroestesia (rasa baal dan gatal di tangan)
jyang timbul akibat posisi bahu yang membungkuk, dirasakan oleh beberapa wanita
hamil. Keadaan ini berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus brakialis.
Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat ibu merasa cemas dan tidak
pasti tentang kehamilannya. Nyeri kepala juga dapat dihubungkan dengan gangguan
penglihatan. Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan bahkan pingsan (sinkop)
yang terjadi pada awal kehamilan. Ketidakstabilan vasomotor, hipotenski
postural atau hipoglikemi mungkin keadaan yang bertanggung jawab. Hipokalsemia
dapat mrnyrbabkan timbulnya masalah neuromuscular, sperti kram otot atau
tetani. TANDA-TANDA KEHAMILAN Menentukan kehamilan yang sudah lanjut memang
tidak sukar, tetapi mentukan kehamilan awal seringkali tidaklah mudah, terutama
bila pasien baru mengeluh terlambat haid beberapa minggu saja. Berbagai tanda
dan gejala kehamilan hanyalah petunjuk yang perlu diperhatikan tetapi bukan
untuk diandalkan sebagai suatu kepastian yang mutlak. Tanda-tanda kehamilan
disini dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Tanda Mungkin Hamil Amenorhea – Wanita
tidak datang menstruasi 2 bulan berturut-turut. Nausea (mual) dan emesis
(muntah) -Umumnya terjadi pada wanita hamil muda umur 6-8 minggu. Mual-mual
pada pagi hari disebut morning sickness. Akibat dari pengaruh hormon
progesteron dan estrogen sehingga pengeluaran asam lambung berlebihan.
Mastodynia – Payudara terasa nyeri dan kencang disebabkan payudara membesar
karena pengaruh hormon estrogen pada ductus mammae dan progesteron pada
alveoli. Quickening – Perasaan gerakan janin pada minggu ke 18 atau minggu 20
(primigravida) dan umur 14 atau 16 minggu pada multi gravida. Gerakan janin
pertama kali dapat digunakan untuk menentukan umur kehamilan. Miksi – Wanita
hamil trimester I dan III sering merasakan sering kencing karena uterus yang
gravid mendesak vesica urinaria. Konstipasi – Kesulitan buang air besar karena
pengaruh hormon progesteron yang menghambat peristaltik usus dan karena
perubahan pola makan. Weight gain – Pertambahan berat badan ibu tidak selalu
berbanding lurus dengan pertambahan berat janin. Pertambahan berat badan ibu
ada artinya setelah umur 20 minggu.
Umumnya pertambahan berat badan normal
selama kehamilan adalah 8-14 kg. Fatigue – Perasaan lelah pada ibu hamil sulit
diterangkan, namun kerja jantung dirasakan lebih berat pada umur 32 minggu.
Nail sign – Umumnya umur 6 minggu wanita hamil mengeluh ujung kuku lunak dan
lebih tipis. Mengidam – Ingin makanan atau minuman tertentu. Hal ini terjadi
pada bulan-bulan pertama. Sinkope (pingsan) – Adanya gangguan sirkulasi ke
daerah kepala (sentral) sehingga menyebabkan iskemik susunan saraf pusat.
Pigmentasi kulit – Pengaruh hormon kortikosteroid plasenta, sering dijumpai
pada muka (chloasma gravidarum), dinding perut (striae gravidarum = suatu
perubahan warna seperti jaringan parut), leher dan sekitar payudara
(hiperpigmentasi areola mamae, puting susu menonjol, kelenjar montgomery
menonjol, pembuluh darah menifes). Epulis – Hipertropi papilla ginggivae (gusi
berdarah). Varises – Pemekaran vena-vena, dapat terjadi pada kaki, betis dan
vulva. Biasanya dijumpai pada triwulan akhir. sumber fadlie.web.id 2. Tanda
tidak pasti Perut membesar Uterus membesar, sesuai dengan umur kehamilan. Tanda
Chadwicks, mukosa vagina berwarna kebiruan karena hipervaskularisasi hormon
estrogen. Discharge, lebih banyak dirasakan wanita hamil. Ini pengaruh hormon
estrogen dan progesteron. Tanda Goodell, portio teraba melunak. Tanda Hegar,
isthmus uteri teraba lebih panjang dan lunak. Tanda Piscaseck, pembesaran dan
pelunakan pada tempat implantasi. Biasannya ditemukan saat umur 10 minggu.
Teraba ballotement (tanda ada benda mengapung/ melayang dalam cairan), pada
umur 16-20 minggu. Kontraksi Braxton Hicks, kontraksi uterus (perut terasa
kencang) tetapi tidak disertai rasa nyeri. Reaksi kehamilan positif 3. Tanda
pasti Adanya gerakan janin yang dapat dilihat, dirasakan dan diraba serta
ditemukan bagian-bagian janin. Terdengar denyut jantung janin secara auskultasi
– Dapat didengar dengan stetoscop monoculer laenec, doppler, alat kardiotograf
dan dilihat pada USG. Terlihat tulang-tulang janin pada foto rontgen – rongten
sudah tidak disarankan.
Namun ada sumber buku lain yang menyebutkan bahwa
tanda-tanda kehamilan hanya dibedakan menjadi dua yaitu :
1. Tanda mungkin
hamil Tanda Saat terjadinya Kemungkinan sebab lainnya Amenorhoe (henti haid)
Biasanya sepanjang kehamilan Perjalanan, kelelahan, stress, perasaan takut
hamil, maslah hormonal atau penyakit, bertambahnya atau berkurangnya berat
badan yang berlebihan, penghentian pil KB, menyusui. Mual di pagi hari (atau
bias setiap saat di sepanjang hari) 2-8 minggu setelah pembuahan Keracunan
makanan, ketegangan, infeksi, dan berbagai jenis penyakit. Sering buang air
kecil Biasanya 6-8 mingugu setelah pembuahan Infeksi pada system kemih, obat
diuretic, ketegangan, penyakit gula. Rasa tergelitik, nyeri tekan, pembengkakan
pada payudara Bias beberapa hari setelah pembuahan Pil KB, menstruasi Perubahan
warna pada jaringan vagina dan serviks Trimester pertama Menstruasi Areola(area
sekitar putting) berwarna gelap dan kelenjar-kelenjar kecil di sekitar putting
menjadi menonjol Trimester pertama Ketidakseimbangan hormon atau pengaruh
kehamilan sebelumnya Guratan biru dan merah muda di bawah kulit payudara dan
kemudian di bagian perut Trimester pertama Ketidakseimbangan hormon atau
pengaruh kehamilan sebelumnya Mengidam Trimester pertama Diet yang buruk,
stres, imajinasi atau menstruasi. Melunaknya rahim dan leher rahim 2-8 minggu
setelah pembuahan Keterlambatan menstruasi. Membesarnya rahim dan perut 8-12
minggu Tumor, fibroid. Kontraksi sebentar-sebentar tanpa nyeri Awal kehamilan
dan akan lebih sering terjadi sesuai dengan meningkatnya usia kehamilan
Kontraksi usus. Gerakan janin Pertama kali dirasakan pada minggu ke 16-22
kehamilan Gas/ angin, kontraksi usus. Garis dari pusat kea lat vital berwarna
lebih gelap Bulan ke-4 atau 5 Ketidakseimbangan hormon atau pengaruh kehamilan
sebelumnya.
2. Tanda Positif hamil Tanda Saat terjadinya Kemungkinan sebab
lainnya Gambaran janin atau kantung gestasi pada ultrasonografi Sedini minggu
ke 4-6 setelah pembuahan Tidak ada Detak jantung janin Minggu ke 10-20 Tidak
ada Gerakan janin terasa melalui dinding perut Setelah 16 minggu Tidak ada
Gerakan janin melalui palpasi (outline janin) Jelas pada minggu ke 22 Gerakan
janin lebih jelas lagi pada minggu ke-24 Tidak ada.
DAFTAR PUSTAKA
Cunningham,
Gary. 2006. Obstetri Williams. Jakarta : EGC Eisenberg, Arlene. 1996. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Ibrahim, Christina s. 1989. Perawatan Kebidanan. Jakarta: Bhratara Niaga Medika
Kusmiyati, Yuni.2008. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya Llewellyn,
Derek. 2002. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi, Edisi 6. Jakarta: Hipokrates
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid , Edisi 2. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan, Edisi 4. Jakarta:
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Varney, Helen. 2003. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan volume 1, Edisi 4. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar